Tentang Paradigma
Paradigma itu ibarat peta, ketika kita akan menuju ke sebuah kota tertentu. Katakanlah dari Tangerang Selatan ke Jakarta Utara. Tapi sayangnya, peta yang kita bawa (bukan versi Gmap ya) adalah peta yang mengarah ke Serang. Sepanjang perjalanan kita akan mendapati bahwa kita tidak akan mungkin sampai pada lokasi tujuan. Karena peta yang kita gunakan tidak sama. Sepanjang perjalanan ini. orang akan terbagi menjadi 2 dalam menyikapi kesalahan ini : 1. orang yang mempercepat langkahnya agar dia segera sampai, meski sayangnya dia justru mempercepat dia tiba di lokasi yang salah. 2. orang yang senang, menikmati lokasi baru yang memang belum pernah didatanginya sebelumnya. Ya, tapi mau mengambil sikap apapun : positif maupun negatif, mereka tetap sama - tidak akan sampai ke tujuan, karena salah peta. Jadi kita butuh peta yang benar. Peta yang mengarahkan kita ke lokasi yang menjadi tujuan kita. Nah, ketika nantinya ada halangan dalam mencapai tujuan, misalnya macet, kendaraa...